SISI KEMENANGAN YANG BERBEDA

“Pemenang bukanlah orang yang tak pernah gagal, tapi mereka yang tak pernah menyerah. “ Edwin Lois Cole

Pelajaran sesungguhnya tentang kemenangan bukanlah ketika kamu melewati pita juara, pelajaran sesungguhnya terletak di belakang mil jauh sebelumnya.
Pelajaran mengenai keberhasilan bukan ketika Thoma Alfa Edison berhasil menemukan bola pijar lampu, pelajaran sesungguhnya ada pada ribuan kegagalan, ribuan partikel gagal yang menggunung. Tumpukan rongsokan yang menghantui hidup Thomas, rongsokan yang mengejek, mengintimidasi, menertawakan kegagalan Thomas. Rongsokan kegagalan itu mengancam masa depannya bak singa yang mengaum.
Kemenangan Thomas sesungguhnya adalah ketika ia memutuskan menatap mata singa itu dalam-dalam, melihat gunung rongsokan kegagalan itu dan berkata, oke I’ll try again. Akan kucoba lagi dan lagi. Itulah kemenangan Thomas yang sesungguhnya.

Seorang teman mengajarkanku keberanian lewat sebuah cara yang sederhana, kebiasaanku waktu sekolah saat mendapat nilai jelek, kertas ujianku langsung kulipat kecil-kecil dan kusembunyikan rapat-rapat. Sahabatku memiliki cara yang berbeda menanggapinya, ketika ia mendapatkan nilai yang jelek dan harus remidi, ia meneliti betul-betul dimana letak kesalahannya, siapa tahu guru nya yang salah memberi nilai, dasar orang yang tak tahu menyerah. Tapi dari sana aku belajar, itulah yang namanya kalah remidi dengan kepala tegak. Itulah namanya menang walau harus remidi.
Begitu pula dalam hidup kita, setiap manusia berada dalam gelanggang perlombaan setiap hari, setiap jam, bahkan setiap detiknya. Setiap hari adalah remidi, kesempatan dari Tuhan untuk mencoba lagi.

Masih kuingat kata-katanya, whatever may happened in life, just keep on going Vel. Day by day, cmon keep on going. Yuk maju, aku tak mengajarkanmu maju dengan nekat, maju dengan strategi, maju berikan semua yang kamu bisa. Rasakan adrenalinmu ketika maju berhadapan dengan lawanmu, Jangan alihkan pandanganmu, tatap ia dalam-dalam, rasakan gemetarmu. Rasakan semuanya. Semuanya akan terbayar lunas ketika kamu menyelesaikan perlombaanmu. Menanglah dengan kepala yang tegak, kalahlah dengan kepala terangkat lebih tinggi.

*As for me, Pelajaran keberanian ini kudapat dengan harga yang sangat mahal. Been years ago since someone taught me bout this, but it just like happened yesterday. This lesson cost a lot, It cost one friendship. It cost my teacher. No word enough can tell how sorry iam. But I tell you now, I really learn a lot from that failure. I win before, I win yesterday, I will win again with God. Thanks for taught me this important lesson.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s