SABAR

“Kita harus belajar sabar, yang paling penting adalah sabar menunggu sesuatu dan mendapatkan sesuatu tepat pada waktunya.” – Bernard Arnault ~ Pemegang merk Louis Vuitton, Dior, Fendi memiliki kunci penting di balik kesuksesannya, SABAR.

Satu komentar pendek terhadap kutipan di atas dan cukup mengetuk hatiku beberapa kali,
“Hehe, dia ngutip Pengkhotbah 3:11 toh? :p”
– Pengkhotbah 3:11, “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.”
Thanks for the comment, clue mu tepat sekali. 😉

Demikian juga dengan kita, ketika kita tetap percaya dan sabar menantikanNya, bukan hanya tepat, tapi semua akan indah pada waktunya. Tepat belum tentu indah, tapi kalau indah semua pasti tepat pada tempatnya. Apapun yang kau alami hari ini, mungkin tak engkau mengerti sama seperti yang dikatakan “bahwa manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir (Pkh 3:11b).”

Kata ‘tidak dapat menyelami’ berarti sama sekali tidak teraba, sama sekali hitam, tak dapat dimengerti satu titik pun. Yang dapat kita lakukan saat itu adalah tetap percaya kepada Sang pelukis kehidupan kita.
Sebagai seorang desainer, saya tahu setiap titik yang saya desain memiliki maksud dan tujuan tertentu. Bukan hanya indah secara visual tapi juga berfungsi dengan maksimal.

Sama dengan apa yang dilakukan Sang Pelukis hidup kita. Mungkin saat ini kita tak mengerti apa maksud di balik goresan tajam carut marut hidup kita. Tapi percayalah, Sang Pelukis hidupmu tahu jelas apa yang diperbuatnya, masa depanmu ada dalam genggamannya. Percayalah hasilnya bukan hanya indah tapi sempurna. Sang Master Kehidupan sedang berkarya dalam hidupmu. Teruslah hidup dalam pengharapan dan kepercayaan penuh dalam Tuhan. Lakukan bagian kita, dan pada saatnya nanti Tuhan akan bertindak dengan cara-cara yang ajaib, yang tidak terselami, tidak terselidiki, tidak terbayangkan dan tidak terpikirkan “Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!” (Wahyu 15:3b).

Bad vs Lucky

Aku tersenyum membaca 2 gambar di malam hari yang sepintas sama tapi berlawanan.
Satu pihak mengatakan hari yang buruk dan satu pihak mengatakan ini adalah hari keberuntunganku. Mana yang kau pilih, aku yakin semuanya pasti memilih hari yang menyenangkan. Tapi ketika yang tak mengenakkan terjadi, kita tak dapat mengelaknya, inilah hidup.

Hidup ibarat 2 sisi mata koin, katakanlah gambar merupakan keberuntungan dan angka merupakan keburukan. ketika kita melihat koin itu di telapak tangan kita, Sisi gambar yang muncul maka bergembiralah it’s your lucky day, atau sebaliknya ketika sisi angka yang muncul sabarlah it’s your bad day. Itu jika kita melihatnya dengan meletakkan di telapak tanganmu, 1 sisi terbuka, sisi lain tertutup.

Cobalah melakukan hal yang berbeda coba pegang itu dengan jempol dan telunjukmu dan kau dapat melihat kedua sisi itu, di satu sisi ada gambar yang menunjuk keberuntungan, dan di sisi lain ada angka yang menunjuk keburukan.
Well, begitulah dengan hidup kita saat kita terfokus pada 1 sisi maka kita takkan dapat melihat sisi yang lain. Lihatlah hidupmu dari sisi yang berbeda, ketika kau sedang bergembira, tetap lihatlah bahwa dalam hidup kadang pasti kita jumpai hal yang berat. Itu akan mengajarkanmu untuk tetap berjaga-jaga, tetap rendah hati dan tak larut dalam kegembiraanmu. Sebaliknya jika engkau sedang berada dalam kondisi yang tak enak, lihatlah sisi baiknya. Pelangi selalu muncul setelah hujan, tanpa hujan kau takkan dapat melihatnya. Selalu ada hal yang dapat kita syukuri. Hal ini akan mengajarkanmu tak terlarut dengan masalahmu sendiri dan tetap semangat menjalani hari.

Dan berita baiknya adalah yang memegang koin itu adalah Tuhan kita, jadi tak perlu kuatir. Hidup kita ada dalam kendaliNya. Nikmati dan jalani segala naik dan turunnya, itu yang menjadikan hidup lebih hidup.

PERGAULAN YANG MENENTUKAN

Seseorang berkata, katakan padaku lima orang terdekatmu dan aku tahu akan jadi apa kamu dengan melihat kelima orang tersebut.
Bergaullah dengan serigala vel, kamu akan jadi serigala yg tajam
Bergaullah dengan ayam maka kamu akan jadi ayam, aku tersenyum mendengarnya.

Dahulu kala, Aku pernah bertemu dengan harimau bermata elang yang mengajarkanku untuk terus fokus dan maju meraih impianku, menatap tajam ke depan meski sekelilingku meragukanku. Ibarat harimau yang tak banyak bicara, satu auman cukup untuk membuat gentar lawan-lawannya. Sepatah kata cukup untuk membungkam lawannya. Harimau maju dengan strategi, setiap lompatan setiap auman, sang raja hutan tahu apa yang hendak dikakukannya.

Sebaliknya pernah kujumpai seorang elang yang dibesarkan di tengah ayam, meski ia punya sayap untuk dapat terbang mengatasi badai ia bersembunyi di belakang kandang ketika hujan badai tiba sama seperti para ayam. Ia kehilangan identitasnya sebagai sang penantang badai, kita tahu bahwa elang akan terbang semakin tinggi pada waktu badai semakin kencang.

Aku berharap suatu hari aku dapat berjumpa dengan harimau bermata elang itu kembali. Well aku takkan pernah bisa menjadi harimau, pinguin takkan pernah bisa menjadi harimau dan harimau takkan pernah bisa menjadi penguin. Kita diciptakan dengan keistimewaan masing-masing. Tapi dengan siapa kau bergaul menentukan jadi apa kau kelak. Aku tetaplah penguin tapi pola pikir harimau bermata elang itu merasuk dalam benakku ketika aku mengenalnya.

Hati-hatilah dengan siapa engkau bergaul karena itu menentukan akan jadi apakah engkau kelak. Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik dan berada di lingkungan yang tepat akan mengasahmu lebih tajam lagi. Bukan berarti kau menjadi antik dalam bergaul, kau mengenal dirimu dengan baik. Jadilah dampak yang baik dalam hidup orang lain, tapi tetaplah ingat kau bukan superman yang tak bisa jatuh, berhati-hatilah kawan.

TWEET…

Setelah sekian lama terdiam, aku memutuskan untuk memakai senjataku. Senjataku yang telah lama tersimpan tersembunyi. Aku suka bercerita. Dan ku harap kau mendapatkan sesuatu dari tulisanku yang tak sempurna ini. Kau boleh sebut aku apapun, Aku hanya tak tenang sebelum menuliskan semua kisah yangmenari-nari dalam benakku. Aku hanya ibarat burung yang tak tenang sebelum berkicau di pagi hari yang sunyi. Dan ku harap kicauan itu dapat membangunkan jiwamu yang terlelap.

Aku berterima kasih buat semua pihak yang telah membangunkan macan yang tertidur dalam jiwaku. Jujur selama ini aku tak menyadari bahwa senjataku yang tersembunyi ini, yang tak pernah ku anggap special sanggup membangunkan jiwa yang terlelap, membuat orang yang merengut tersenyum kembali.

Man of Steel and Man of Down

MAN OF HONOR
written by Nieke Indrietta

Busway seperti microwave berisi ikan pindang. Manusia penuh sesak berjejalan. Aku terhuyung-huyung berpegangan pada gantungan. Sebuah kursi kosong. Aku sengaja berdiri agar perempuan separuh baya di sebelahku bisa duduk. Tapi seorang laki-laki muda segera menempatinya. Aku terbelalak. Geram. Rasanya aku ingin menendang kakinya.

“Memang sulit menemukan pria gentleman,” begitu komentar temanku saat aku ceritakan peristiwa itu. Tak mau kalah, ia mengeluarkan stok ceritanya: pria yang berebut keluar duluan dari lift, pria yang tak mau mengalah dengan perempuan hamil, pria yang merokok di dekat bayi dan ibu hamil, pria yang berdecak-decak dan bersiul kalau perempuan lewat, pria pemukul perempuan, dan masih banyak lagi. “Kalau udah begitu, rasanya pengen nonjok,” gumamnya.

“Gue sih mending nggak kawin daripada dapat laki-laki macam itu,” sahut temanku yang lain.

Pertanyaannya, masih adakah laki-laki gentleman di dunia ini? Eng, tapi gentleman itu apa sih? Apa kriterianya?

Film-film Bollywood menggambarkannya sebagai pria yang jago berkelahi sekaligus pandai menyanyi dan menari. Hollywood mencitrakan pria yang lihai berkata-kata, mahir menggiring perempuan ke tempat tidur, atau malah pria tampan berhati dingin yang jago tembak. Korea tak mau kalah; menggambarkan pria dengan dandanan fesyen mutahir yang kocak, cool, lucu dan romantis. Majalah di Indonesia menggambarkannya dengan pria-pria berotot dan maskulin.

Eric Ludy, penulis buku “When God Writes Your Love Story”menggambarkannya sebagai pria yang berhati baja sekaligus berhati selembut bulu angsa atau man of steel and man of down. Sekaligus. Bukan salah satu.

“A warrior poet”, seorang ksatria yang gagah perkasa, sekaligus seorang pujangga berhati lembut.

Pria berhati baja, yang maskulin, berotot, keras dan tegas di depan problem dan orang kurang ajar. Sekaligus pria berhati lembut seperti angsa yang tahu bagaimana membela perempuan, bagaimana menangani perempuan yang menangis, anak-anak yang ingin digendong dan disayang.

Kalau hanya sisi baja, hasilnya pria arogan dan dingin. Kalau hanya sisi bulu angsa, hasilnya pria yang lembut, suka menulis puisi, tapi lari dari tantangan. Atau, malah pria yang cenderung seperti perempuan. Gemulai. Oh, tidak! Ini tentu mimpi buruk!

Dua sisi ini sesungguhnya citra laki-laki ketika Tuhan menciptakan Adam. Inilah gambaran laki-laki ilahi yang sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Sorga. Pria macam inilah yang stoknya tipis di dunia. Dunia menawarkan berbagai gambaran pria sejati dan maskulin. Tapi tak satupun dari gambaran itu yang bisa menandingi gambaran cetak biru Kerajaan Sorga mengenai laki-laki.

Ehem, kalau kamu laki-laki yang baca artikel ini dan ingin tahu lebih detail mengenai gambaran pria gentleman yang sesungguhnya, baca di link ini
http://www.ellerslie.com/Eric_Ludy_Sermons/Entries/2010/11/28_Men_of_Down.html. Kamu juga bisa baca buku Eric Ludy, “God’s Gift to Women.”

Saya sependapat, laki-laki macam inilah yang sesungguhnya dibutuhkan seluruh perempuan di dunia: kaum istri, ibu, anak-anak.

*menemukan artikel ini sudah lama dan masih berbicara sampai hari ini, terimakasih buat Mbak Nieke I.
in waiting for my man of steel and man of down. Bagaikan seorang elang yang tahu kapan harus menggunakan cakarnya untuk melawan musuhnya dan kapan untuk memeluk anaknya. Seorang elang yang dengan tatapan matanya yang tajam cukup untuk membuat gentar lawan-lawannya. Can’t wait to see you my man of steel yet man of down. May God met us one day, in His time.
And to all the boys,mans out there. I’m single doesn’t mean I’m available. I’m saving my heart for a man who really deserve my love and respect.

SAHABAT

Dua orang sahabat sedang bertengkar
Saling menghindar dan berpunggungan
Tapi teman dunia ini begitu sempit
Ibarat jodoh tak kemana
Larikah kau ke ujung bumi
Kan kita berjumpa lagi

2 sahabat dipertemukan lagi
1 tersenyum
1 merengut
Mari kuat-kuatan teman
Siapakah yang menang
Biar kubisikkan bocorannya

Jelas kasihlah yang menang
Kawanku yang sedang merengut
Kan ku tunggu sampai kau tersenyum kawan
2 tanganku terbuka untukmu
Kau saudaraku
Kau sahabatku

Tiada yang dapat memisahkan kita
Cukup 1 langkah kawan
Berbaliklah
Aku di sini sudah lama menantimu

Sahabat adalah mereka yang mengasihimu
Mereka yang senantiasa menantimu
Ketika kau bahkan menjauh darinya
Mereka yang senantiasa bertahan untukmu
Tetap tersenyum meski kau merengut

Bukan berapa banyak sahabat yang kau punyai
Sudahkah kau jadi sahabat seperti itu
Jadilah sahabat yang terbaik
Peluklah sahabatmu
Hargailah sahabatmu
Hargailah keberadaan mereka
Selagi kau masih memiliki mereka
Selagi mereka masih ada dalam jangkauanmu

*ditulis setelah melihat Uttaran. Sebuah kisah persahabatan dari India, abaikan yg lainnya :p penantian seorang sahabat yang menanti sahabatnya kembali. Semua nya terbayar lunas melihat si merengut itu kembali tersenyum. Yang masih menanti, menantilah dengan tetap kuat dan tersenyum, buat yang merengut please lihatlah betapa kau dicintai kawan. 😉

God bless you all

ONLY YOU CAN BE YOU

“If I were a flower.. I would be a sunflower.
To always follow the sun, Turn my back to darkness,
Stand proud, tall and straight even with my head full of seeds.”

Kadang sangat lelah untuk berdiri kembali setelah badai, sangat melelahkan untuk mempercayai setelah dikecewakan. Tetap bertahan meski jalan di depan sangat kabur.
Seseorang berkata kesalahan terbesarmu adalah terlalu baik, terlalu ramah, semua dikasihi. Kamu harus cerdik. Perbedaan cerdik dan licik hanya selembar kertas, pastikam kau di pihak yang cerdik bukan licik.

Aku tak tahu siapa yang berkata jahat di belakangku, aku tahu semua orang kebanyakan datang bukan karena apa adanya, tapi ada apanya. Mereka menginginkan sesuatu, semua kita memiliki motivasi. Salahkah aku jika tak mengetahuinya, Salahkah aku tersenyum kepada mereka yang berlaku dingin kepadaku. Salahkah aku kalau aku diberi hati yang lebar untuk mengasihi banyak orang. Bodohkah itu?

Aku tersenyum mengenang pembicaraanku dengan seorang teman, apakah aku harus berubah, jadi yang sangat galak dan streng. Dia menggeleng well, that’s not you vell. No need to change. Menanglah dengan dirimu. Aku bukan temanmu kalau kamu menjadi orang lain, thankks. Sahabat tidak perlu banyak, hanya beberapa yang tidak palsu sudah cukup. Terima kasih!

Aku sangat menyukai bunga matahari. Tetap ceria bersinar, tetap ceria tersenyum di padang rumput, kamu tak tahu digigit serangga kah dia, ditiup badai kah dia, kau cukup melihatnya tersenyum mengarahkan wajahnya ke Sang Surya.

Aku memilih untuk menjadi diriku. Aku memilih bersinar dengan caraku. Aku memilih mengasihi dengan caraku. Aku memilih menang dengan identitas asliku. Aku memilih tersenyum kepada kamu yang kutemui. Aku memilih menyapamu. Aku memilih memaafkanmu. Aku memilih tetap mengasihi orang di sekitarku. Veli yang kamu kenal ramah, veli yang kamu kenal bawel, veli yang kamu kenal apa adanya. Biar itu boleh tetap melekat sampai kapanpun.

Buat serangga yang menggigitku, go ahead. You can bite me, but you can’t take the joy in me. The joy of the Lord is my strength. Seperti Tuhan yang menemukanku di sudut terpencil, aku percaya akan ada pula menemukanku di sudut itu. Kalaupun kalian tak menemukanku, aku cukup tersenyum di sudut itu. I just have to keep on going n keep shining in my style. Not in my sis, friend, dad, mom, my pastor’s style.

Bagaimana dengan dirimu ? Apa warna aslimu ? Seperti apa ciri spesialmu? Just be you. Tunjukkan pada dunia betapa unik dirimu.
BE ORIGINAL!
ONLY YOU CAN BE YOU!
You’re amazing just the way you are.
Never forget that 😉

DOSA yg Mendatangkan MAUT

“Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa.” (1 Yohanes 5:16).

Maut di sini berarti kematian yang merupakan hukuman dari Tuhan, mati secara prematur. Kematian yang lebih cepat dari waktu semestinya. Tetapi sebagai orang Kristen, marilah kita jangan cepat menghakimi orang lain, jangan terburu untuk mengambil kesimpulan.

4 Dosa yang mendatangkan maut:
1. Memanfaatkan nama Tuhan dan pelayanan untuk melakukan kejahatan
2. Menganiaya para rasul, nabi, hamba-Nya
3. Memanggil roh peramal, roh kegelapan setelah menerima Roh Kudus
4. Mengambil uang yang dikuduskan untuk Tuhan

1. Memanfaatkan nama Tuhan dan pelayanan, untuk melakukan kejahatan

Imamat 10 :1-7

Allah itu baik dan benar. Baik saja tidak cukup, kita juga harus hidup benar di mata Allah. Kita harus berhati-hati terhadap dosa, bukan karena semata-mata takut disambar, melainkan karena kita menghormati-Nya. Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan (Keluaran 20:7). Jangan mempergunakan nama Tuhan untuk agendamu, kepentinganmu. Jangan memakai “jalur Tuhan” hanya untuk sekadar mendapatkan nama.

Untuk dosa yang mendatangkan maut, firman Tuhan mengatakan agar kita jangan pernah menangis, jangan mendoakan. Segera selesaikan dan tinggalkan sampai tuntas. Jangan pernah menyimpan kepahitan, trauma. Memiliki itu semua sama saja dengan kita hidup di masa lalu. Jika kita tidak dapat menyelesaikan trauma, maka mutiara kita takkan pernah menjadi utuh. Segera selesaikan, putuskan secara rohani hubungan dengan perkara itu di tempat itu dimulai. Jangan lagi menangisi, meratapi.. Karena semakin kita meratapinya akan terjadi transfer spirit.

Selesaikan dan segera move on. Jangan pernah pindah ke lain tempat, sebelum perkara itu diselesaikan. Jika kita memiliki spirit itu, maka Tuhan akan membawa kita ke tempat yang lebih tinggi.

Bagaimana ketika kita melihat hal yang tidak benar dengan hamba-Nya? Mutiara yang keluar dari mulut babi, tetaplah mutiara. Tetaplah memandang mutiara, memandang minyak urapan yang Tuhan sudah beri dalam kehidupan orang itu. Teruslah bertumbuh dengan Roh Kudus. Jangan memandang motivasinya, ketaksempurnaannya. Pandanglah Roh Kudus selalu.

Dosa seksual dalam pelayanan

1 Samuel 2:22-25
Zakharia 5:5-8
Wahyu 2:20-23

Sebagai seorang Kristen, kita harus memiliki kehidupan yang benar secara seksual. Biarlah dunia dapat belajar dari kehidupan kita. Biarlah dunia menemukan iman yang benar dalam hidup kita, bukan hal-hal yang tidak benar. Bagaimana kita dapat memberitakan Injil, jika kehidupan kita kotor? Mari bersihkan hidup kita.

Apa yang harus kita lakukan:
1. Tuhan paling benci kemunafikan
2. Pelayanan harus sungguh-sungguh. Jangan main-main, setiap kita berada di bawah lampu sorotnya Tuhan. Kita harus membereskan hidup kita dengan serius
3. Jaga kesucian nama Tuhan dan gereja-Nya, agar gereja dapat menegakkan kepalanya. Agar gereja disegani dan menjadi terang bagi dunia

Disarikan dari khotbah Ps. Philip Mantofa, “Dosa yang mendatangkan maut: Memanfaatkan nama Tuhan dan pelayanan untuk melakukan kejahatan”, hari Minggu Tgl. 1 Mei 2016, di GMS Revelation via Live Streaming, di Ibadah sesi-1 Pk.07.00 Pagi.

Trust His Heart

Dear diary,
In life i can’t have all the answer of my question
Sometimes i ask myself a lot
What did i do wrong
Why life could be that tough
Why it must happened like that
Why life couldn’t just flat

And His voice reminds me
Vell, this is your dream right
You wanna the best story
The best story need the creative story
The usual thing is too mainstream
The ordinary path is too boring
The more creative it is
The more crazy it is
The more u can’t ever imagine why and what next

Okay Dad You’re win
I can’t ever imagine what happened next
I just believe in this
You ever told me this
When i can’t trace Your Hand
When i can’t see the light
When i can’t see the path
I can trust Your Heart
I can always trust You
You’ll never fail me
You’ll never leave me nor forsaken me

That’s enough
That’s more than enough
I’ll survive with that
I’ll happy with that
I’ll smile with that
I’ll fight with that
I’ll love with that

Be a powerful one but not the dominant one

I hear this morning in radio
Better go to the wrong way rather than destroy the path
The strongest ppl is not the one who able to do anything
But the one who can do anything but decided not to do

The radiospeaker share the good message to all women
What if his man wrong and after all discussion he still want to choose the wrong path
The speaker answer,
Better you choose the wrong one rather than destroy the hierarchy
Better your feet get hurt a little rather than lost your feet

We’ve just celebrate kartini’s day
In modern life like this
Too many women want to be outstanding
Woman is independent yes
That’s good but please remember the hierarchy.
Don’t let man be a yes mam
Let him be just a yes man to God
Let he be as his truest calling
To be a leader
Lead his business, lead his job, lead his fam

Be a powerful one but not the dominant one ladies
I love this statement a lot,
“Behind every great man, there must be a great woman”
Support your man, ladies